Kamis, 06 Oktober 2016

Ilmu Budaya Dasar dihubungkan dengan Puisi

Edit Posted by with 2 comments


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh~

Halu halu haluuu…
Welkambek di blog ini^^ oke gaes kali ini saya mau corat – coret tentang “Ilmu Budaya Dasar dihubungkan dengan Puisi”.
Sebelum bermain dikata-kata “hubung”-an kita *eh hehe kita kupas dulu kuy apasih yang di maksud dengan “Ilmu Budaya Dasar” dan “Puisi” ?

 
Hmm kira-kira apa yah?
 
Ilmu budaya dasar terdiri dari 3 kata, yaitu : ilmu, budaya, dan dasar.

Apabila diartikan perkata menurut KBBI:
 ilmu/il·mu/ n 1 pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu: dia memperoleh gelar doktor dalam – pendidikan.
budaya/bu·da·ya/ n 1 pikiran; akal budi: hasil --; 2 adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; 3 sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yang --; 4 cak sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah.
dasar1/da·sar/ n 1 tanah yang ada di bawah air (tentang kali, laut, dan sebagainya)

Tapi, apabila digabungkan ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang menjelaskan bagaimana hakikat manusia yang benar agar dapat memahami satu sama lain dengan baik di dalam masyarakat.

Lalu, apasih puisi itu?
 
http://m.infospesial.net/48086/gary-kucing-dengan-alis-bingung/
Menurut Wikipedia, puisi berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa.
Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.
Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa oraang lain kedaalam keaadaan hatinya.

Gimana nih, udah tau kan pengertian masing-masing dari ilmu budaya dasar dan puisi? Kalo hubungannya udah tau belum? Belum yah? Kalo hubungan kita? Eaaa..

 
http://www.memegen.com/meme/olqd1s 
Kenapa sih ilmu budaya dasar dihubungkan dengan puisi?
Karena dalam penyajian dasar puisi, ada alasan-alasan yang berkaitan dengan ilmu budaya dasar, yaitu:
ü  Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
ü  Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
ü  Puisi dan keinsyafan sosial.

Nah, sekarang udah tau dong hubungannya apa? Tak lupa juga nih ada contoh puisinya …

Puisi Bapak BJ Habibie untuk istrinya Ibu Ainun

 
https://life.idntimes.com/relationship/luthfan/pelajaran-berharga-kisah-cinta-habibie-dan-ainun-yang-bikin-kita-ngiri
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu …
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya …
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti …
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu …
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat …
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi …
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang …
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang …
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada …
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini …
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang …
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik …
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderungankuadalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini …
Selamat jalan …
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya …
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada …
Selamat jalan sayang …
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku …
Selamat jalan …
Calon bidadari surgaku …
#Cinta yang tumbuh karena iman, amal soleh dan akhlak yang mulia, akan senantiasa bersemi, tak lekang karena sinar matahari dan tak luntur karena hujan dan tak akan putus karena walaupun ajal menjemput…

Keren banget gak sih puisinya? Menyentuh banget yah:”)

Cek juga nih contoh video puisi yang berjudul “berlianku”

https://www.youtube.com/watch?v=1te6QyqOsqI


Oke, sepertinya sudah dipenghujung nih, pamit dulu deh..
Makasih banyak loh udah berkunjung lagi di blog ini^^

Wassalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh~

Sumber:

Selasa, 27 September 2016

Apasih Kebudayaan Itu ?

Edit Posted by with No comments


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh~

Haluuu gaesss….
Kali ini saya kembali mem-posting di blog dengan niat sih ingin membahas seputar kebudayaan, oke langsung aja kuy!



Hmm..
Siapa sih yang belum pernah denger kata “kebudayaan”? pasti udah pernah dong yah? Ga asing gitu lah sama kata “kebudayaan”.

Ketika berbicara kebudayaan, apasih yang ada dibenak kalian? Keberanekaragaman kah? Budaya Indonesia kah? Tarian? Suku? Makanan? Apalagi apalagi ayo sebutin.. :D

Yap, pasti yang langsung terlintas yaaa ga jauh jauh dari itu la ya..

Tapi, kalian tau gak sih pengertian kebudayaan yang sebenarnya apa?

http://www.apyusa.com/2016/07/artikel-menjaga-ciri-khas-kebudayaan.html#

     Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa sanskerta, yaitu “buddayah” yang diambil dari bentuk jamak kata “budhi” yang memiliki arti budi atau akal dan “daya” yang berarti kekuatan. Dalam bahasa latin kebudayaan berasal dari kata “colere” yang berarti pemeliharaan dan pengolahan tanah. Dalam bahasa inggris, kebudayaan berasal dari kata “culture”. Dan dalam bahasa kiasan, kebudayaan berarti pembentukan dan pemurnian jiwa.

     Jika diartikan secara umum, kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan serta kebiasaan.

Para ahli pun ikut serta meramaikan memberikan pendapat pengertian dari kebudayaan, yaitu:


Ø  Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Ø  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta :Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. 
Ø  E.B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York ; Brentano's, 1924), hal 1, yang mendefinisikan pengertian kebudayaan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Ø  Herskovits melihat kalau kebudayaan adalah sebagai suatu hal yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang lalu dikatakan sebagai superorganik.
Ø  Andreas Eppink Kebudayaan mempunyai kandungan bentuk dari seluruh pengertian nilai sosial, etika sosial, ilmu dan pengetahuan dan keseluruhnya bebrapa susunan sosial, religius, dan sebagainya, dan juga semua pernyataan intelektual serta artistik sebagai ciri khas satu orang-orang.
Ø  Edward Burnett Tylor Kebudayaan adalah seluruh dari yang kompleks yang didalamnya terdapat pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, tradisi adat istiadat, serta beberapa kemampuan lain yang didapat seorang sebagai anggota orang-orang.

https://erikandfiki.wordpress.com/2013/03/22/manusia-dan-kebudayaan/

Kebudayaan adalah hal – hal yang bersangkutan dengan kekuatan budi atau akal”.

Tonton juga video arti kebudayaan : https://www.youtube.com/watch?v=i-ac3aAvrmY

Sumber :

Makasih banget yang udah berkunjung, sering – sering yak^^
Dan sekarang udah tahu kan pengertian kebudayaan? Udah dong? Asiik..^^
Oke, kalo gitu saya pamit dulu~

Wassalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh~


gunadarma.ac.id
studentsite.gunadarma.ac.id
ilab.gunadarma.ac.id
bapsi.gunadarma.ac.id
baak.gunadarma.ac.id
 

Senin, 05 September 2016

Belajarlah dari pengalaman~

Edit Posted by with No comments


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hellawww gaes, kembali lagi di blog gue :D kali ini gue mau nulis tentang betapa pentingnya belajar dari kesalahan. Ini gue tulis berdasarkan cerita nyata, ini beneran ada yang seperti ini, tapi mohon maaf kalo banyak yang disamarkan seperti jodoh di masa depan yang masih samar samar eaakkk
Semoga ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua :)

Gue mau mempersembahkan dua tokoh dalam cerita ini, langsung aja yaakk…
Yang pertama ada seseorang  selalu juara 1 bahkan juara umum, sering ikut perlombaan sana sini, sertifikat banyak, dan pokoknya dabessss banget lah. Gue kasih nama samaran yaitu “papaya”, sepakat ya kita sebut dia papaya? Ok sip, lanjut.
Papaya di sekolah sering jadi pembicaraan karna prestasi prestasinya, dia itu kemana mana selalu terlihat bawa buku, sepakatkan kalo disebut kutu buku? Yap, si papaya sering disebut kutu buku sama teman-temannya juga.

Dan tokoh satunya lagi gue kasih nama samaran “semangka”, sepakat? Sip!
Si semangka ini orangnya biasa biasa aja, dibilang berbeda banget sama papaya sih enggak tapi iya juga, kenapa gue bisa bilang iya? Karna si papaya itu orangnya termasuk pendiem, tertutup, pokoknya gitu deh kurang akrab dengan teman temannya, sedangkan si semangka itu orangnya pecicilan, yaa pokoknya gitu deh. Dan menurut faktanya, si semangka rajin menjalankan ibadah, termasuk yang sunnah.  Oiya, dan si semangka  hanya bermodalkan peringkat 10 besar di kelasnya, dan perlu digaris bawahi kalau itu jarang.

Mereka berdua berada di sekolah yang sama, bahkan satu kelas, yaitu kelas 12 ipa. Saat itu sudah sampai dipenghujung kelas 12, dan keduanya mengikuti jalur SNMPTN.

Si papaya termasuk dalam seseorang yang sangat percaya diri  dan menganggap kalau dirinya tu pasti. Saat SNMPTN dia ambil PTN yang papan atas, dan dia sangat yakin kalo dia bakalan lolos dengan modal segudang prestasinya. Dia sangat mengandalkan SNMPTN pada saat itu, dia tidak mempersiapkan untuk jalur lain karna seperti apa yang gue bilang tadi, dia sangat yakin kalo dia bakalan lolos.

Nah, berbeda dengan si semangka. Dia ambil PTN yang kalau menurut pemeringkatan univ, PTN yang dipilih semangka ada diurutan yang sangat berbeda jauh dengan yang dipilih si papaya. Tapi, si semangka tetap mempersiapkan untuk tes jalur yang lain, karena dia ga begitu percaya diri dengan apa hasil pengumuman SNMPTN nanti, toh prestasi saat di SMA ya hanya segitu.

Tibalah pengumuman SNMPTN~

Si papaya dengan semangat dan percaya dirinya ngecek hasil pengumuman, dan tadaaaaaaa…. Si papaya ternyata tidak lolos gaes! Dia kaget, pusing, ga karuan deh pokoknya, dia ga bisa nerima ini semua, dia marah kepada siapapun termasuk Yang Maha Kuasa dan dirinya sendiri,  dia kalang kabut udah kayak orang ga punya arah tujuan, dia bener bener bingung harus ngapain dan dia sebelumnya ga mempersiapkan apapun untuk tes jalur lain sedangkan jarak waktu untuk tes jalur lain itu ga banyak dari pengumuman SNMPTN.

Begitu pula dengan si semangka, dia  juga ngecek hasil pengumuman SNMPTN. Dan saat dia ngecek, tadaaaaa… sama gaes! Sama sama ga lolos.. tapi, yang berbeda dari mereka yaitu si semangka  bisa menerima apa yang dia peroleh dan melanjutkan belajarnya untuk mempersiapkan tes jalur lain.

Setelah pengumuman SNMPTN, mereka sama sama daftar SBMPTN^^

Sama seperti dulu, si papaya memang orang yang sangat percaya diri, dia yakin kalo dia bakalan lolos, masasih ga lolos?? itulah yang ada dipikiran dia, jadi dia setelah SBMPTN yaudah ga mempersiapkan untuk tes jalur lainnya.
Sedangkan si semangka, setelah tes SBMPTN dia berpikir sekarang waktunya  hanya bisa berdoa dan pasrah untuk hasil SBMPTN nanti. Dan gada jaminan kalo dia bakalan keterima, jadi dia masih terus belajar untuk persiapan tes jalur lainnya.

Sekarang tibalah pengumuman SBMPTN~~~

Waahh si papaya semangat banget cek hasilnya, dia bener bener yakin bakalan lolos. dan tadaaaaa…. Sayang amat disayangkan, hasil masih sama seperti SNMPTN. Dirinya semakin ga karuan, dirinya seperti orang depresi berat, dan iykwim. 

Si semangka juga mengecek hasilnya, dan tadaaaaaaa…. SELAMAAAAAATTTTT!!!!! Si semangka bersyukur banget lolos dijalur SBMPTN di PTN dan prodi yang dia inginkan. Alhamdulillah..

Kabar itupun terdengar sampai ke telinga si papaya, ko bisa? dia yang dibawah gue bisa lolos dan gue enggak???? Seperti itulah apa yang ada dibenak papaya.

Dan tak lama setelah itu si papaya langsung daftar sana sini, belajarnya bener bener gila, bisa bisa dia ga tidur seharian. Tapi, hasil MASIH SAMA. Papaya bener bener galau parah dan akhirnya dia memutuskan untuk gap year.

Setelah dia memutuskan untuk gap year, dia konsul ke sana sini, dia tanya temennya sana sini, pokoknya dia bener bener mengkoreksi apa yang salah di dirinya. Dia mulai merubah sikapnya, sifatnya, dan lebih mendeketatkan diri kepada Allah. Sampai akhirnya dia LOLOS di SBMPTN.

~~~


Dari cerita itu, kita dapat mengambil pelajaran bahwa apapun yang kita dapati sekarang harus selalu kita syukuri, bersyukur itu sebenernya mudah ko, tapi banyak yang menyepelekan.  Di dalam hidup, kompetisi selalu ada, saat kita sudah menjadi juara bukan berarti kita akan terus menjadi juara, kita harus selalu terus belajar, karena ada masanya kita terjatuh. Disaat kita terjatuh, kita harus bangkit. Jatuh lagi, bangkit lagi. Sampai pada akhirnya jatuh telah lelah menemani kita. Kita harus selalu percaya diri pada kemampuan diri kita sendiri, kita harus yakin kalo kita mampu dan kita bisa. Tapi ingat, percaya dirinya jangan sampai berlebihan dan sampai meremehkan orang lain, itu jatuhnya bisa dikategorikan sombong.

Oh iya, gue inget banget guru gue dulu sering banget bilang, saat dalam proses pembelajaran jangan sampai keluar kata kata “GAK BISA”. contohnya “duh males gue sama matpel itu, gue gak bisa ah”. Percaya ga percaya tetep harus percaya kalau omongan adalah doa. Dan apa yang kita ucapkan akan berpengaruh pada diri kita sendiri. Kata “GAK BISA” itu bisakan kita ubah jadi “I BELIEVE I CAN”? bisa dong!!

Dan satu lagi, jangan sampe keluar kata “GAGAL” dalam proses perjuangan. Dan alasannya kenapa? Sama ko seperti apa yang gue tuliskan sebelumnya.

Ok, gue rasa tulisan gue kali ini cukup sampai di sini dulu. Kurangnya mohon dikoreksi dan lebihnya bisa ditabung untuk masa depan *apasih* hahaha okaayy sampai jumpaaaa… terimakasih banyak yang telah menyempatkan waktunya untuk baca ini^^

Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Senin, 18 Juli 2016

Aqsam Al-Quran

Edit Posted by with No comments


A.      Pengertian Aqsam Al-Quran
Istilah Aqsam Al-Quran terdiri atas dua kata yaitu Aqsam dan Al-Quran, kata Aqsam adalah bentuk jamak dari aqsam,berarti “Sumpah”. Adapun pengertian secara Terminologi adalah mengikat jiwa dan hati agar tidak melakukan sesuatu. Definisi Sumpah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau seusatu yang dianggap suci bahwa apa yang dikatakan dan dijanjikan itu benar.
Dalam buku Mahabis fi Ulum Al-Qur’an juga dikemukakan bahwa aqsam yang bntuk jamak dari qasam ini juga berarti al-hilf dan al-yamin asrtinya sumpah. Sumpah ini dinamakan Yamin karena orang Arab ketika sedang bersumpah memegang tangan kanan sahabatnya, dan juga diibaratkan memelihara seuatu identik menggunakann tangan kanan.
Adapun secara Termilogi qasam artinya mengikat hati agar tidak melakukan sesuatu dengan suatu makna yang dipandang  besar, baik secara hakiki maupun i’tiqadi oleh orang yang bersumpah.
B.      Macam-macam Sumpah
Menurut manna’ khalil al-Qathan, qasam adakalanya zhahir(tegas dan jelas) dan ada kalanya mudhmar(tidak jelas, tersirat). Zhahir ialah sumpah yang didalamnya disebutkan fi’il qaam dan muqsam bih, seperti terdapat pada Q.S Al-Qiyamah : 1-2
Sedangkan mudhmar yaitu yang didalamnya tidak dijelaskan fi’ill qasam dan muqsam bih, tetapi ditunjukan oleh lam taukid yang termasuk kedalam jawab qasam, seperti terdapat pada Q.S Ali Imran : 186
Sumpah yang dilakukan Allah SWT dalam Al-Quran berkisar dua hal. Dia bersumpah dengan Diri-Nya yang menunjukan kebesaran-Nya. Dalam hal ini terdapat tujuh ayat dalam Al-Qur’an(disebutkan satu saja) yaitu Q.S At-Taghabun : 7. Dia bersumpah dengan makhluk-Nya. Pada bagian ini cukup banyak dalam AL-Qur’an seperti “Demi matahari dan cahayanya dipagi hari”
Dan sesekali Allah bersumpah dengan Nabi Muhammad SAW. Karna kedudukan dan kemuliaannya di sisi Allah(H.R Ibnu Abbas), yaitu dalam surah Al-Hijr ayat 72. Sementara, sumpah bagi hamba Allah tidak boleh kecuali dengan nama Allah SWT. Seperti kata Nabi SAW “Barang siapa yang bersumpah selain Allah maka dia telah melakukan syirik.” (H.R. Ahmad).

C.      Huruf-Huruf Qasam
Ada tiga huruf yang digunakan, yaitu :
1.       Huruf Wawu
2.       Huruf Ba
3.       Huruf Ta
D.      Unsur-unsur Qasam
Qasam terbagi menjadi tiga unsur yaitu adat Qasam, muqsam bih, muqsam ‘alaih
1.       Adat Qasam
Adalah saghat yang digunakan untuk menunjukan Qasam, baik dalam bentuk fi’i maupun huruf seperti ba,ta dan wawu sebagai pengganti fi’il Qasam.
2.       Al-Muqsam Bih
Adalah sesuatu yang dijadikan sumpah oleh Allah. Sumpah dalam Al-Qur’an ada kalanya memakai nama yang Agung (Allah) ada juga memakai nama Makhluknya
3.       Al-Muqsam Alaih
Merupakan suatu pernyataan yang datang mengiringi Qasam, berfungsi sebagai jawaban dari Qasam
E.       Tujuan Aqsam Al-Qur’an
Qasam merupakan salah satu penguat perkataan yang masyhur untnuk memantapkan dan memperkuat kebenaran sesuatu didalam jiwa. Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh manusia, dan manusia bermaam-macam dalam menyikapinya. Ada yang meragukan ada pula yang sangat memusuhi karena itu lah dipakai Qasam dalam Kalamullah guna menghilangkan keraguan, melenyapkan kesalah pahaman, mengakkan hujjjah, menguatkan khabar dan menerapkan hukum dengan Sempurna.


Penulis

Rizqi Wijaya